Jumat, 26 September 2014

http://pengguna-komputer.blogspot.com/2013/04/cara-desain-blog-sendiri.html nih sodara yang suka edit" blognya

Selasa, 23 September 2014



ZAT KIMIA YANG TERDAPAT DALAM DETERGEN
 
      Deterjen adalah campuran berbagai bahan, yang di gunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi.Di banding dengan sabun, deterjen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. Pada umumnya, deterjen mengandung bahan-bahan berikut:
 

1. Surfaktan
      

          Surfaktan (surface active agent) merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (sukalemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.Secara garis besar, terdapat empat kategori surfaktan yaitu:
a.  Anionik :
          -Alkyl Benzene Sulfonate (ABS)
          -Linier Alkyl Benzene Sulfonate (LAS)
         -Alpha OleinSulfonate (AOS)
b.  Kationik : Garam Ammonium
c.  Non ionik : Nonyl phenol polyethoxyle
d. Amphoterik : Acyl Ethylenediamines
 


2. Builder


        Builder (pembentuk) berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air.
a. Fosfat : Sodium Tri Poly Phosphate (STPP)
b. Asetat :
- Nitril Tri Acetate (NTA)
- Ethylene Diamine Tetra Acetate (EDTA)
c. Silikat : Zeolit
d. Sitrat : AsamSitrat
 

3. Filler
         Filler (pengisi) adalah bahan tambahan deterjen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan  daya cuci, tetapi menambah kuantitas.Contoh Sodium sulfat.
 

4. Aditif 
      Aditif adalah bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk lebih menarik, misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna dst, tidak berhubungan langsung dengan daya cuci deterjen. Additives di tambahkan lebih untuk maksud komersialisas iproduk.Contoh :Enzim, Boraks, Sodium klorida, Carboxy Methyl Cellulose (CMC).
https://id.answers.yahoo.com/activity?show=J4XVBB5OZSQG2IRJTDFMOMEHMI&t=g



Dalam rinso itu terjadi reaksi penyabunan, reaksi nah kayak gini :

(C17H33COO)3C3H5 (gliseril stearat) + 3NaOH
jadi 3C17H35COONa (narium stearat) +C3H5(OH)3(gliserin).

makanya dalam pencucian yang peke detergen (rinso) gliserin dapat ngikat kotoran sehingga jadi bersih.
  
zat2 yang ada di rinso yaberarti ada natrium stearat sama gliserin.
https://id.answers.yahoo.com/activity?show=ESVKCEKWXFGSUOFEBYWSXTIYXQ&t=g




Dampak terhadap kesehatan dan lingkungan

    Bahan kimia yang merupakan bahan deterjen ada yang termasuk keras dan ada pula yang termasuk lunak. Keras-lunaknya deterjen tergantung pada kadar pH (tingkat keasaman atau kebasaan) jenis zat-zat kimia di dalam deterjen, terutama dari bentuk rantai kimia dan jenis gugus fungsi surfaktan.

Dari kadar pH deterjen yang sangat basa (9,5-12), di ketahui bahwa deterjen memang bersifat korosif. Hal ini dapat mengakibatkan iritasi padakulit. Sementara pada susunan rantai kimia surfaktanter dapat formulasi bahwa semakin panjang dan bercabang rantai surfaktan, akan semakin keras deterjen tersebut. Sedangkan dari jenis gugus fungsinya, maka gugus fungsi sulfonat bersifat lebih keras dibandingkan gugus fungsi karboksilat.

Deterjen yang keras dapat menimbulkan masalah pada kulit. Dari hasil survei YLKI, dapat di ketahui keluhan yang biasanya dirasakan konsumenya itu kulit terasa kering, melepuh danr etak-retak, kulit tangan gampang mengelupas, hingga timbulnya eksimkulit semacam bintik-bintik gatal berair di telapak tangan maupun kaki.Untuk mengatasi itu, sebaiknya konsumen menghindari kontak langsung kulit dengan deterjen. Kalaupun sudah terlanjur kontak, maka tangan/ kaki yang terkena harus cepat dibilas air bersih dan dikeringkan. 


Selain itu, konsumen juga dapat memilih deterjen lunak, seperti deterjen cair. Bahan deterjen cair ini kurang menimbulkan iritasi karena rantai surfaktan-nya lebih pendek dari deterjen bubuk, tetapi daya pembersih deterjen cair inilebih rendah dari deterjen bubuk. Jadi jika ingin aman, konsumen dapat memilih deterjen cair, tetapi jika ingin bersih dapat memilih deterjen bubuk.

http://www.mail-archive.com/tlusakti@ypb.or.id/msg00344.html




Bahan Tambahan dalam Detergen
  1. Berbagai jenis bahan kimia boleh di tambahkan kepada detergen tertent uuntuk meningkatkan kualitas mencuci dan keberkesanannya.
  2. Tabel di bawah ini menunjukkan jenis bahan tambahan detergen serta fungsinya.

                                              

Kebaikan Detergen Sebagai Pencuci
  1. Detergen mencuci dengan lebih baik dalam air liat dibanding dengan sabun.
  2. Detergen tidak membentuk kekatapa bila dicampurkan dengan air liat yang mengandung ion magnesium atau ion kalsium yang terlarutkan.
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_xi/bahan-tambahan-dalam-detergen-dan-kegunaannya/ 


Pengertian pewangi

      Pewangi merupakan bahan kimia yang biasanya terdapat dalam parfum, pengharum ruangan, pengharum lantai, pengharum pakaian, dan pengharum toilet. Kebanyakan pewangi menggunakan zat-zat kimia.Sementara pemakaian produk apapun yang merupakan zat-zat kimia, bila berlebihan atau berkontak langsung melalui sistem pernapasan, akan menimbulkan gangguan pada fungsi sistem saraf.  Demikian dikemukakan Dr. Budiawan dari Puska RKL  (Pusat Kajian Risiko dan Keselamatan Lingkungan). Bahan pewangi organik dapat dengan mudah terserap melalui kulit dan menyebabkan efek pada kulit seperti iritasi dan dermatitis. Meskipun komponen zat kimia aktif yang dikandung tiap pewangi berbeda-beda.
 
Jenis-jenispewangi

     Ada berbagai jenis pewangi. Ada yang padat (biasanya pewangi yang diperuntukkan untuk toilet dan lemari), ada yang cair, gel dan ada juga yang semprot. Sementara penggunaannya, ada yang digantungkan, ada yang diletakkan begitu saja, atau ditempatkan di bibir AC maupun kipas angin.


     Ada 2 jenis zat pewangi, yakni yang berbahan dasar air dan berbahan dasar minyak. Pewangi berbahan dasar air umumnya memiliki kestabilan aroma (wangi) relatif singkat (sekitar 3-5 jam). Itulah mengapa pewangi berbahan dasar air relatif lebih aman bagi kesehatan di bandingkan pewangi berbahan dasar minyak.
Pewangi berbahan dasar minyakl ebih tahan  lama sehingga harga jualnya bisa lebih mahal. Pewangi jenis ini biasanya menggunakan beberapa bahan pelarut/ cairan pembawa, di antaranya isoparafin, diethyl phtalate atau campurannya. Sementara jenis pewangi yang di semprot kan umumnya mengandung isobutane, riburane, propanc atau campurannya. Untuk bentuk gci disertai kandungan bahan gum.Adapun zat aktif aroma bentuk ini umumnya berupa campuran zat pewangi, seperti limo-ncne, benzyl acetate, linalool, citronellol, ocimcnc, dan sebagainya.
Bahan pewangi umumnya terdiri atas tiga bentuk, yaitu:
a.       Pewangi padat, misalnya seperti bedak.
b.      Pewangi cair, misalnya sepert ideodoran.
c.       Pewangi aerosol cair, misalnya seperti  parfum. Pewangi berbentuk aerosol 
cair menggunakan senyawa kimia pendorong (propelan) agar dihasilkan aerosol, yaitu klorofluro karbon (CFC).

Aroma harum pada bahan pewangi dapat diperoleh dari bahan alami, seperti:
a.       Fenil alcohol = terdapat pada bunga mawar
b.      Sitrat = buahjeruk
c.       Ambergis  =dari ekstrak usus ikan paus
d.      Gray amber = dari spermai kan hiu
e.       Castorium =dari kelenjar kaki rusa betina yang ada di Amerika Utara
                           dan Siberia
f.       C/Vet = darikelenjarmusang Ethiopia

http://andrinurhayatchemistry.wordpress.com/2013/03/29/zat-kimia-pewangideterjen-dan-sabun/