Selasa, 16 September 2014

Ruang Lingkup Ilmu Kimia
1.      Ruang Lingkup Ilmu Kimia
Definisi :
A.    Secara singkat, Ilmu Kimia adalah ilmu rekayasa materi yaitu mengubah suatu materi menjadi materi yang lain.
B.     Secara lengkap, Ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang

·         Susunan materi = mencakup komponen-komponen pembentuk materi dan perbandingan tiap komponen tersebut.
·         Struktur materi = mencakup struktur partikel-partikel penyusun suatu materi atau menggambarkan bagaimana atom-atom penyusun materi tersebut saling berikatan.
·         Sifat materi = mencakup sifat fisis (wujud dan penampilan) dan sifat kimia. Sifat suatu materi dipengaruhi oleh : susunan dan struktur dari materi tersebut.
·         Perubahan materi = meliputi perubahan fisis/fisika (wujud) dan perubahan kimia (menghasilkan zat baru).
·         Energi yang menyertai perubahan materi = menyangkut banyaknya energi yang menyertai sejumlah materi dan asal-usul energi itu.

C.     Ilmu Kimia dikembangkan oleh para ahli kimia untuk menjawab             pertanyaan “apa” dan“mengapa”tentang sifat materi yang ada di alam.
D.    Pengetahuan yang lahir dari upaya untuk menjawab pertanyaan “apa” merupakan suatu fakta yaitu : sifat-sifat materi yang diamati sama oleh setiap orang akan menghasilkan pengetahuan deskriptif.
E.     Pengetahuan yang lahir dari upaya untuk menjawab pertanyaaan “mengapa” suatu materi memiliki sifat tertentu akan       menghasilkan Pengetahuan Teoritis.

2.      Skema bagaimana Ilmu Kimia dikembangkan :

a.       Mengamati
b.      Menggolongkan
c.       Menafsirkan data
d.      Menarik kesimpulan umum
e.       Merancang dan melakukan eksperimen
f.       Menciptakan teori








Untuk memecahkan masalah kimia, digunakan Metode Ilmiah yaitu :
1.      Merumuskan masalah
2.      Mengumpulkan keterangan
3.      Menyusun hipotesis (dugaan sementara)
4.      Menguji hipotesis dengan eksperimen
5.      Menarik kesimpulan
6.      Menguji kesimpulan dengan eksperimen

Suatu penelitian hendaknya mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1.      Masalah yang dipilih merupakan masalah yang menarik dan tidakmembosankan
2.      Peneliti mempunyai keahlian dan kecakapan yang cukup
3.      Waktu yang digunakan untuk penelitian cukup
4.      Sarana dan prasarana pendukungnya mudah diperoleh
5.      Hasil penelitian dapat bermanfaat bagi orang banyak dan tidak berbahaya

Perumusan masalah harus memperhatikan beberapa hal yaitu :
1.      Berupa kalimat tanya
2.      Singkat, jelas dan spesifik
3.      Memberikan gambaran jawaban yang didasarkan pada data dan cara melakukan pengumpulan data

Beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam menyusun hipotesis :
1.      Dapat diuji kebenarannya
2.      Disusun sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan kesimpulan
3.      Dapat menjawab permasalahan yang diajukan saat awal penelitian
4.      Harus sederhana dan dirumuskan dengan baik

3.      Jenis-jenis penelitian berdasarkan cara memperoleh data :
a.         Penelitian Primer adalah penelitian yang membutuhkan data dari sumber pertama (responden) Meliputi :
·         Studi Kasus
·         Survei
·         Riset
·         Eksperimental
b.         Penelitian Sekunder adalah penelitian yang menggunakan data bukan dari sumber pertama.

Dalam penelitian juga dikenal istilah variabel yaitu faktor atau unsur yang ikut menentukan perubahan.
Jenis-jenis variabel :
1.    Variabel Bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain (variabel manipulasi).
2.    Variabel Terikat adalah variabel yang terjadi karena perlakuan variabel bebas (variabel respon).
3.    Variabel Kontrol adalah variabel yang dibuat sama dalam suatu percobaan / penelitian sehingga berfungsi sebagai pengendali atau pembanding (disebut juga variabel tetap).

Data adalah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian melalui analisis.
Jenis-jenis data dalam penelitian :
1.      Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari objeknya (sumber pertama).
2.      Data Sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari objeknya tetapi melalui sumber lain, baik secara lisan maupun tulisan.

Sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh seorang peneliti :
1.      Jujur dan tekun
2.      Dapat membedakan fakta dan opini
3.      Berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan argumentasi
4.      Memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap sesuatu yang ingin diteliti dan mengembangkannya
5.      Peduli terhadap lingkungan dan melakukan kegiatan yang menunjukkan kepedulian tersebut
6.      Berpendapat secara ilmiah dan kritis
7.      Terbuka atas usulan dan pendapat orang lain
8.      Objektif mengenai keadaan yang sebenarnya
9.      Teliti, cermat dan akurat

4.      Manfaat Mempelajari Ilmu Kimia
Meliputi :
a.         Pemahaman kita menjadi lebih baik terhadap alam sekitar dan   berbagai proses yang berlangsung di dalamnya.
b.         Mempunyai kemampuan untuk mengolah bahan alam menjadi produk yang lebih berguna bagi manusia.
c.         Membantu kita dalam rangka pembentukan sikap.

      Secara khusus, ilmu kimia mempunyai peranan sangat penting dalam bidang : kesehatan, pertanian, peternakan, hukum, biologi, arsitektur dan geologi.
Dibalik sumbangannya yang besar bagi kehidupan kita, secara jujur harus diakui bahwa perkembangan ilmu kimia juga memberikan dampak negatif bagi kehidupan manusia.

5.      Cabang-Cabang Ilmu Kimia
Meliputi :
a.       Kimia Analisis
Mempelajari tentang analisis bahan-bahan kimia yang terdapat dalam suatu produk.
b.      Kimia Fisik
Fokus kajiannya berupa penentuan energi yang menyertai terjadinya reaksi kimia, sifat fisis zat serta perubahan senyawa kimia.
c.       Kimia Organik
Mempelajari bahan-bahan kimia yang terdapat dalam makhluk hidup.
d.      Kimia Anorganik
Kebalikan dari kimia organik; mempelajari benda mati.
e.       Kimia Lingkungan
Mempelajari tentang segala sesuatu yang terjadi di lingkungan, terutama yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan dan cara penanggulangannya.
f.       Kimia Inti ( Radiokimia )
Mempelajari zat-zat radioaktif.
g.      Biokimia
Cabang ilmu kimia yang sangat erat kaitannya dengan ilmu biologi
h.      Kimia Pangan
Mempelajari bagaimana cara meningkatkan mutu bahan pangan.
i.        Kimia Farmasi
Fokus kajiannya berupa penelitian dan pengembangan bahan-bahan yang mengandung obat.

6.      Perkembangan Ilmu Kimia
a.       Sekitar tahun 3500 SM, di Mesir Kuno sudah mempraktekkan reaksi kimia (misal : cara membuat anggur, pengawetan mayat).
b.      Pada abad ke-4 SM, para filosofis Yunani yaitu Democritus dan Aristoteles mencoba memahami hakekat materi.
c.       Menurut Democritus, setiap materi terdiri dari partikel kecil yang disebut atom.
d.      Menurut Aristoteles, materi terbentuk dari 4 jenis unsur yaitu : tanah, air, udara dan api.
e.       Abad pertengahan (tahun 500-1600), yang dipelopori oleh para ahli kimia Arab dan Persia.
f.       Kimia lebih mengarah ke segi praktis. Dihasilkan berbagai jenis zat seperti : alkohol, arsen, zink asam iodida, asam sulfat dan asam nitrat.
g.      Nama ilmu kimia lahir, dari kata dalam bahasa Arab (al-kimiya = perubahan materi) oleh ilmuwan Arab Jabir ibn Hayyan (tahun 700-778).
h.      Abad ke-18, muncul istilah Kimia Modern. Dipelopori oleh ahli kimia Perancis Antoine Laurent Lavoisier(tahun 1743-1794) yang berhasil mengemukakan hukum kekekalan massa.
i.        Tahun 1803, seorang ahli kimia Inggris bernama John Dalton (tahun 1766-1844) mengajukan teori atom untuk pertama kalinya. Sejak itu, ilmu kimia terus berkembang pesat hingga saat ini.

di post oleh Indra Yudhipratama jam 06.46
Sumber : Prof. Jean-Marie Lehn, Nobel Prize in Chemistry 1987
IYC 2011 official launching
27 January 2011


1 komentar: